Warnet berbahaya untuk anak-anak!
Post ini saya tulis dari sebuah warnet di dekat rumah saya. Seperti lazimnya warnet-warnet lainnya, warnet ini memiliki struktur media penyimpanan data (storage) yang sangat terbuka dan bebas untuk pengguna-nya. Struktur itu dapat digambarkan sebagai berikut:
- Server Shared Folder, yaitu direktori file di komputer server yang bisa diakses oleh semua workstation
- Shared Local Folder, yaitu direktori file di masing-masing workstation yang juga bisa diakses oleh semua workstation di jaringan tersebut
Dengan struktur demikian, semua user bebas menyimpan datanya di harddisk server maupun di local client harddisk, kapanpun setiap dia login di warnet tersebut dan darimanapun dia login di setiap PC.
Data yang disimpan di folder2 tersebut cenderung terkesan tidak diawasi dan dibebaskan oleh administrator dan pemilik warnet tersebut khususnya, yang berarti user bebas menyimpan data apapun, mulai dari data-data umum, hasil download baik ilegal maupun tidak, mp3 ilegal, serta gambar dan video-video porno. Hal ini juga mengesankan bahwa hal tersebut dilakukan untuk menarik pelanggan, yang seperti saya juga tentunya senang jika dapat menemui content-content yang ‘terlarang’ tersebut.
Namun sudah sering saya menemui, setiap kali ke warnet-warnet semacam ini, banyak pengunjung yang usianya dibawah umur nampak serius menghadapi workstationnya, entah apa yang dibukanya di sana. Anak-anak dibawah umur yang saya maksud adalah mereka yang masih duduk di bangku sekolah dasar (belum SMP, anak SMP menurut saya sudah memiliki kesadaran untuk menilai baik dan buruk sesuatu), tidak menggunakan seragam (saya lebih percaya anak SD yang berseragam biasanya memang membuka content yang baik, yang saya temui kadang juga meminta bantuan admin warnet jika menemukan kesulitan), dan yang mencurigakan adalah mereka yang datang beramai-ramai di malam hari seperti di PC tepat disebelah saya sekarang ini
yang saya yakin tidak sedang main game, karena biasanya anak-anak kecil yang bermain game di warnet masih menunjukkan tanda-tanda kalau dia bermain (meskipun hal ini juga sangat rentan sekali, kasihan anaknya kalau dia harus menemukan hal-hal ‘terlarang’ di PC nya). Dan content ‘terlarang’ yang saya maksud adalah video porno ilegal (hasil download / share), bukan sekedar gambar2 syur tetapi video orang-orang dewasa bersetubuh dengan adegan2 yang dibuat2 (menurut saya sih) untuk konsumsi terbatas orang dewasa, atau yang paling bejat untuk keisengan semata, misalnya video2 mesum anak2 SMA (hoeek).
Untuk anak-anak semacam ini (yang dengan sengaja ke warnet untuk mencari hiburan ‘terlarang’) siapa yang harus menegurnya? saya pun apatis bahkan memikirkan apakah harus menengok dan menasehati anak2 itu dan semacamnya. Administrator / penjaga warnet? seharusnya merekalah yang bertanggung jawab secara langsung, tetapi hal itu juga tergantung bagaimana pemilik warnet menyikapinya, apakah dia memberi ijin dan mau memperhatikan.
Tidak salah sepertinya, dan saya pun cenderung mendukung, jika ada beberapa pihak yang mengkhawatirkan bentuk-bentuk promosi internet yang terlalu menonjolkan manfaat internet untuk anak-anak seperti Internet masuk desa dan sebagainya, karena dengan budaya kita saat ini, dimana orang tua, terutama kalangan tradisionil cenderung tidak memperhatikan dengan baik perkembangan anak2 mereka sehari-hari, dimana internet juga memiliki sisi ‘gelap’ yang sebanding dengan sisi ‘terang’nya.
Maka, berikut adalah apa yang ada dalam pikiran saya untuk masalah ini:
- Orang tua adalah pihak yang paling bertanggung jawab akan hal ini jika mereka tidak menghendaki anak2 mereka teracuni pikirannya dengan hal2 yang belum pantas semacam itu. Mereka juga adalah pihak yang memberikan uang kepada mereka untuk membayar warnet (kecuali anak2 itu bersama2 teman2nya) dan mereka haruslah tahu untuk apa anak2 menghabiskan uang jajannya ataupun kemana mereka bermain.
- Memang orang tua tidak selamanya dapat mengawasi anak2nya, karena itu Pemilik Warnet adalah orang yang bertanggung jawab secara moral akan hal ini
- Pemerintah, dalam hal ini dinas pengawas telekomunikasi umum (yang setahu saya saat ini masih termasuk dalam dinas perhubungan, percaya nggak sih?) yang masih dikenal tidak bijak dalam memberikan pelayanan publik yang memadai saat ini
- Terakhir adalah masyarakat, yang nampaknya dan pastinya memiliki lebih banyak masalah lain yang lebih ‘ruwet’ (dan tidak tahu bagaimana mengatasinya) yang harus diprioritaskan selain juga masalah ini.
Bagaimana cara yang lebih tepat guna menurut saya
- Untuk warnet, sebagai biang keladi awal, seharusnya memiliki struktur penyimpanan tertutu, artinya setelah user logout semua datanya di PC local terhapus, dan tidak ada Server Shared Folder! ada sebuah warnet yang cukup punya nama di kota saya menerapkan hal ini dan saya rasa hasil mereka pun cukup besar dengan pelanggan yang banyak tanpa harus mengorbankan tanggung jawab moral.
- Warnet2 seperti ini juga seharusnya dapat mencantumkan hal ini sebagai sarana promosi dan sosialisasi sehingga orang tua tidak khawatir ketika anak2 nya harus menggunakan internet di warnet tersebut dan membuat warnet lain mengikutinya.
- Penggunaan internet rumahan harus didukung dan diperluas, sehingga orang tua bisa mengawasi anak2nya secara langsung saat ber-internet dan tidak ada pihak2 ketiga yang harus dipermasalahkan.
Jika anda ada komentar, saran atau pendapat lain, silakan berikan di komentar posting ini, terima kasih, demikian sedikit pendapat dari saya.
(mohon diingat topiknya ini adalah tentang Warnet, bukan Internet)