Archive

Archive for the ‘People and Technology’ Category

Everyday heroes

November 8, 2009 arkofmind Leave a comment

Beberapa hari ini saya sering lihat iklan Kak Seto dan Komisi Penyiaran Indonesia – meskipun kadang saya berpikir kalau banyak orang2 yang tidak memiliki kekuasaan apapun, saya semakin yakin banyak di luar sana yg peduli ama keadaan kita sehari2 dan akan membela kita dengan cara yg benar dan tepat.

Seperti di film2 action, biasanya jagoan2nya selalu heboh membicarakan tentang rencana penjahatnya untuk konspirasi, menghancurkan bumi atau kemanusiaan, tapi di belakangnya para figuran2nya sih hidup seperti biasa aja, minum kopi di kafe, joging, jalan2, ya karena emang enggak tahu… memang enaknya sih jadi figuran aja, klo pas aliennya udah nyerang baru heboh lari2 kesana kemari… hehehe… analogiku buat perbedaan orang2 awam dan orang2 biasa tapi pahlawan.

Karena tadi kunjungan pertama saya ke situs KPI diatas, menarik membaca beberapa pengaduan disana. Ada beberapa komentar saja mungkin tentang situsnya sekilas pandang – maklum, karena ini blog semi teknologi. URL lebih baik dimunculkan (tidak usah pakai frame) agar mudah dibuat link. Arsip pengaduan lebih baik kalau dibuat paging berdasarkan waktu (minggu, bulan, tahun) atau stasiun dan jenis acara, karena pengaduan acara biasanya mengacu ke waktu penayangan dan hal2 itu.

Semoga kita semakin menghargai kegiatan hero2 di masyarakat yg melindungi kita dari diri kita sendiri… hal2 demikianlah salah satunya yg membuat kita termotivasi bukan, let’s make the good things better :)

Categories: People and Technology

Warnet berbahaya untuk anak-anak!

August 18, 2007 arkofmind Leave a comment

Post ini saya tulis dari sebuah warnet di dekat rumah saya. Seperti lazimnya warnet-warnet lainnya, warnet ini memiliki struktur media penyimpanan data (storage) yang sangat terbuka dan bebas untuk pengguna-nya. Struktur itu dapat digambarkan sebagai berikut:

  • Server Shared Folder, yaitu direktori file di komputer server yang bisa diakses oleh semua workstation
  • Shared Local Folder, yaitu direktori file di masing-masing workstation yang juga bisa diakses oleh semua workstation di jaringan tersebut

Dengan struktur demikian, semua user bebas menyimpan datanya di harddisk server maupun di local client harddisk, kapanpun setiap dia login di warnet tersebut dan darimanapun dia login di setiap PC.

Data yang disimpan di folder2 tersebut cenderung terkesan tidak diawasi dan dibebaskan oleh administrator dan pemilik warnet tersebut khususnya, yang berarti user bebas menyimpan data apapun, mulai dari data-data umum, hasil download baik ilegal maupun tidak, mp3 ilegal, serta gambar dan video-video porno. Hal ini juga mengesankan bahwa hal tersebut dilakukan untuk menarik pelanggan, yang seperti saya juga tentunya senang jika dapat menemui content-content yang ‘terlarang’ tersebut.

Namun sudah sering saya menemui, setiap kali ke warnet-warnet semacam ini, banyak pengunjung yang usianya dibawah umur nampak serius menghadapi workstationnya, entah apa yang dibukanya di sana. Anak-anak dibawah umur yang saya maksud adalah mereka yang masih duduk di bangku sekolah dasar (belum SMP, anak SMP menurut saya sudah memiliki kesadaran untuk menilai baik dan buruk sesuatu), tidak menggunakan seragam (saya lebih percaya anak SD yang berseragam biasanya memang membuka content yang baik, yang saya temui kadang juga meminta bantuan admin warnet jika menemukan kesulitan), dan yang mencurigakan adalah mereka yang datang beramai-ramai di malam hari seperti di PC tepat disebelah saya sekarang ini :) yang saya yakin tidak sedang main game, karena biasanya anak-anak kecil yang bermain game di warnet masih menunjukkan tanda-tanda kalau dia bermain (meskipun hal ini juga sangat rentan sekali, kasihan anaknya kalau dia harus menemukan hal-hal ‘terlarang’ di PC nya). Dan content ‘terlarang’ yang saya maksud adalah video porno ilegal (hasil download / share), bukan sekedar gambar2 syur tetapi video orang-orang dewasa bersetubuh dengan adegan2 yang dibuat2 (menurut saya sih) untuk konsumsi terbatas orang dewasa, atau yang paling bejat untuk keisengan semata, misalnya video2 mesum anak2 SMA (hoeek).

Untuk anak-anak semacam ini (yang dengan sengaja ke warnet untuk mencari hiburan ‘terlarang’) siapa yang harus menegurnya? saya pun apatis bahkan memikirkan apakah harus menengok dan menasehati anak2 itu dan semacamnya. Administrator / penjaga warnet? seharusnya merekalah yang bertanggung jawab secara langsung, tetapi hal itu juga tergantung bagaimana pemilik warnet menyikapinya, apakah dia memberi ijin dan mau memperhatikan.

Tidak salah sepertinya, dan saya pun cenderung mendukung, jika ada beberapa pihak yang mengkhawatirkan bentuk-bentuk promosi internet yang terlalu menonjolkan manfaat internet untuk anak-anak seperti Internet masuk desa dan sebagainya, karena dengan budaya kita saat ini, dimana orang tua, terutama kalangan tradisionil cenderung tidak memperhatikan dengan baik perkembangan anak2 mereka sehari-hari, dimana internet juga memiliki sisi ‘gelap’ yang sebanding dengan sisi ‘terang’nya.

Maka, berikut adalah apa yang ada dalam pikiran saya untuk masalah ini:

  • Orang tua adalah pihak yang paling bertanggung jawab akan hal ini jika mereka tidak menghendaki anak2 mereka teracuni pikirannya dengan hal2 yang belum pantas semacam itu. Mereka juga adalah pihak yang memberikan uang kepada mereka untuk membayar warnet (kecuali anak2 itu bersama2 teman2nya) dan mereka haruslah tahu untuk apa anak2 menghabiskan uang jajannya ataupun kemana mereka bermain.
  • Memang orang tua tidak selamanya dapat mengawasi anak2nya, karena itu Pemilik Warnet adalah orang yang bertanggung jawab secara moral akan hal ini
  • Pemerintah, dalam hal ini dinas pengawas telekomunikasi umum (yang setahu saya saat ini masih termasuk dalam dinas perhubungan, percaya nggak sih?) yang masih dikenal tidak bijak dalam memberikan pelayanan publik yang memadai saat ini
  • Terakhir adalah masyarakat, yang nampaknya dan pastinya memiliki lebih banyak masalah lain yang lebih ‘ruwet’ (dan tidak tahu bagaimana mengatasinya) yang harus diprioritaskan selain juga masalah ini.

Bagaimana cara yang lebih tepat guna menurut saya

  • Untuk warnet, sebagai biang keladi awal, seharusnya memiliki struktur penyimpanan tertutu, artinya setelah user logout semua datanya di PC local terhapus, dan tidak ada Server Shared Folder! ada sebuah warnet yang cukup punya nama di kota saya menerapkan hal ini dan saya rasa hasil mereka pun cukup besar dengan pelanggan yang banyak tanpa harus mengorbankan tanggung jawab moral.
  • Warnet2 seperti ini juga seharusnya dapat mencantumkan hal ini sebagai sarana promosi dan sosialisasi sehingga orang tua tidak khawatir ketika anak2 nya harus menggunakan internet di warnet tersebut dan membuat warnet lain mengikutinya.
  • Penggunaan internet rumahan harus didukung dan diperluas, sehingga orang tua bisa mengawasi anak2nya secara langsung saat ber-internet dan tidak ada pihak2 ketiga yang harus dipermasalahkan.

Jika anda ada komentar, saran atau pendapat lain, silakan berikan di komentar posting ini, terima kasih, demikian sedikit pendapat dari saya.
(mohon diingat topiknya ini adalah tentang Warnet, bukan Internet)

Categories: People and Technology

User Interface Innovation just works (baca: sale)

June 20, 2007 arkofmind Leave a comment

Link video presentasi desktop apple leopard (untuk video lain silakan dicari sendiri dari halaman itu)

Tahun ini Microsoft dengan Windows Vistanya dan Apple dengan Leopard nya menghadirkan sensasi baru buat para konsumennya (termasuk juga anggaran baru). Apa yang kulihat dari presentasi atau iklan-iklan mereka sebenarnya tidak terlalu menarik dari sudut pandang software developer, apa yang mereka presentasikan hanya berkisar diantara User Interface, terutama desktop dan desktop finder. Beberapa feature di Vista seperti Desktop gadget, Ribbon Toolbar, Desktop search, apalagi di apple ada Space (virtual desktop), quick look (preview), dan lain-lain semuanya toh bukan barang baru, dengan sistem yang sekarang bahkan di semua distro Linux pun ada hal-hal yang semacam itu, namun kenapa hal itu bisa tampak bagus dan meyakinkan saat ini.

Dari sisi software development, perubahan platform di OS memang merupakan hal yang paling utama, tetapi hal itu tidak terlalu berlaku dalam hal pengiklanan kepada masyarakat, apa yang ingin dilihat konsumen adalah feature yang mudah digunakan, bermanfaat, dan ‘nampak baru’, dan hal ini telah digunakan dengan baik sekali dari sisi presentation layer atau istilah umumnya User Interface (antarmuka) dari aplikasi yang bersangkutan (termasuk aplikasi Desktop Manager bawaan OS-OS tersebut).

Ada beberapa hal yang menurutku mempengaruhi hal ini sebenarnya, karena sekali lagi dari sisi pengembangan software tidak banyak feature atau lebih tepatnya inovasi baru yang diperlihatkan, yaitu:

  • Hardware yang semakin cepat
    Dengan processor multicore dan memori dalam ukuran gigabyte dalam sebuah PC, kehebatan sebuah komputer desktop kini hanya dibatasi oleh masalah penampilannya bukan oleh OS atau softwarenya lagi.
  • Aplikasi-aplikasi web yang semakin banyak dan inovatif (a.k.a web 2.0)
    Dengan banyaknya aplikasi di web, pola aktifitas kita di desktop cenderung berubah, kita banyak menyimpan bookmark, mendownload file, membaca email, browsing, chatting, dan sebagainya. Desktop harus dibuat untuk
  • Perubahan (kemajuan) pola User Interface
    sekarang ini pola input untuk User Interface bergerak maju, dari standar GUI menjadi beragam pola seperti Zoom UI (google map, IE7, dan kawan-kawan) dan Tag Typing (yg terakhir ini karangan aku sendiri). Saat ini inovasi UI desktop sudah mulai digoyang oleh UI web yang semakin beragam. kutipan dari blog bacaan langganan: http://www.codinghorror.com/blog/archives/000883.htm
    Aku bilang seharusnya ada (atau sudah ada) istilah baru untuk UI aplikasi web: Webtop (daripada istilah seperti web 2.0, terkesan komersil)

Kesimpulannya, perubahan pola aktifitas (idea inspires more ideas) + kecepatan hardware sangat mempengaruhi pergerakan pengembangan software itu sendiri, karena bagaimanapun sisi komersial berperan besar dalam pengembangan inovasi. Jadi akhir kata jangan lupakan desain UI yang apik dan cantik sebagus (atau sejelek) apapun sistem aplikasi kita.

UI desain menarik dan harus dipelajari filosofinya minimal sedikit, tapi memang sama sekali bukan bidangku, jadi hail to UI designer… ;).

-IMHO-

Tidak Ada Teknologi Tanpa Industri

May 16, 2007 arkofmind Leave a comment

Sesuatu yang memuakkan jika bahkan konsep pun berkembang karena ada yang ‘berjualan’ dibelakangnya dan pada akhirnya kita hanya menjadi pemain dan pembeli. Hukum pasar ternyata berlaku juga bahkan tingkatan aturan, konsep, dan pengetahuan. Ironisnya adalah ini suatu hal yang manusiawi.

Categories: People and Technology

Internet new look

August 31, 2006 arkofmind Leave a comment

Looking at the new www.yahoo.com website, I remember some years ago when I read tutorial about web design that use yahoo webpage as the example of how a simple but informative design can have so many advantage to the user visiting a website, something that I used to wondering why Yahoo can be the most popular web portal back then, I don’t know now, but i think it still one of the best with it’s Ajax implementation even if I can’t say it ’simple’ again :) (because I also the user of yahoo mail since the first time i introduced to internet, and happily with new Yahoo mail beta features), though Google is now become the major player in internet business with it revolusioner searchengine (I use google mail too).

What I want to say is much than this, I impressed by how people in Yahoo or Google or Microsoft and any corporation else can deliver so advanced and impressed product to the user, it reminds me that what we call new technology should be started a long time before it published right (can’t wait the new Windows Vista). So, it raise myself a question, where is my, our, place in this giant fast and nonstop extravaganza (referring to my favourite tv show) world?

Categories: People and Technology