Telkom Speedy
Pada akhir bulan september 2007 saya mendaftarkan telepon rumah untuk dipasangkan speedy, menurut petugas disana ternyata hari itu terakhir masa promosi modem gratis termasuk diskon 50% untuk jenis pendidikan (paket personal 1000MB / 50 jam per bulan untuk PNS atau mahasiswa, yang ternyata diteruskan sampai sekarang nampaknya masa promonya). Mengurus speedy ini cukup mudah, tinggal membawa bukti rekening bulan lalu, fotokopi KTP pemilik telepon (dan KTM mahasiswa untuk paket pendidikan), serta fotokopi kartu keluarga. Biaya hanya Rp.6k (6000 rupiah) untuk materai dan Rp.50k untuk biaya pemasangan di rumah ketika petugasnya datang (ini resmi ada kuitansinya). Dari yang saya tanyakan ke petugas yang memasang, modem gratis disediakan untuk kontrak 6 bulan tanpa ikatan, makudnya jika kita berlangganan selama 6 bulan berturut-turut maka modem itu selanjutnya menjadi milik kita, sementara kita boleh saja mengakhiri kontrak speedy, namun modem akan diambil lagi oleh telkom, cukup adil buat saya.
Baru pada sekitar tanggal 23 atau 24 oktober datang petugas dari telkom yang menginstall-kan software dan modemnya. Ada sebuah kesalahan nampaknya mulai dari sini, saya sebelumnya memesan paket 50 jam tetapi ternyata yang diberikan adalah paket 1000MB, tapi tidak saya permasalahkan karena sebetulnya saya juga ingin mencoba paket yang capacity-based, dan perubahan paket bisa dilakukan setiap akhir bulan.
Ada satu hal yang mungkin lepas dari informasi speedy, paket yang kita pesan dihitung berdasarkan tanggal bulanan, bukan dari awal kita memasang, jadi saya sempat kaget juga ketika pada tanggal 1 November nya, quota saya di-reset menjadi 0 lagi, meskipun saya masih menggunakan tidak sampai 100MB. Saya pikir tentunya ini berpengaruh kepada tagihannya, benar saja ketika saya membayar tagihan pada tanggal 8 November, sudah di-charge biaya penuh, hal ini masih belum saya tanyakan sebenarnya ke pihak telkom. Ada saudara yang dipasang pada akhir bulan hanya kena seperempat biaya penuh, entah bagaimana sebenarnya perhitungan biaya tersebut.
Intinya adalah, berhati-hatilah jika memasang speedy di pertengahan atau akhir bulan, tanyakan dahulu bagaimana perhitungan tagihannya, karena biaya tagihan sudah dikenakan pada setiap akhir bulan, bukan jangka waktu sejak awal pemasangan.
Selain daripada itu, koneksi speedy di tempat saya, Malang, cukup bagus menurut saya, tapi yang aneh, kenapa setiap test ke Jakarta selalu lebih waktu downloadnya lebih cepat dibandingkan ke surabaya, bahkan tes yang ini saya lakukan barusan lebih cepat sedikit dari kapasitas standarnya (384Kbs). Tapi test ini tidak selamanya benar untuk waktu-waktu tertentu, di website telkom speedy juga kadang-kadang berkisar 312-350Kbs sore hari, tapi barusan coba juga sampai 389Kbs untuk koneksi ke surabaya dan sekitarnya.


Mengurus Domain (Lagi)
Sebulan yang lalu aku memutuskan untuk back to the game dengan membuat homepage dan domain baru. Setelah bertanya dan melihat2 di milis akhirnya diputuskanlah untuk menggunakan hosting di sebuah perusahaan hosting terkemuka di Indonesia, kebetulan pula paketnya cocok dengan yang kucari: PHP5 dan MySQL5 untuk belajar2.
Sebelumnya mendaftar via online dan setelah memasukkan konfirmasi pembayaran, konfirmasi login hanya perlu sehari saja di web hosting berinisial RW dari Jogjakarta (hehehe inisial tapi kok pake link). Pelayanan disini sebenarnya cukup bagus dan baik, email pertanyaan selalu dijawab dengan baik (sangat sesuai dengan yg diiklankannya sendiri), namun paket yang sesuai ukuran kantong kebetulan tidak cocok (PHP4 dan MySQL4).
Setelah bertanya dan memperhatikan obrolan di milis, akhirnya kuputuskan untuk menyewa hosting di sebuah perusahaan Web Hosting yang cukup terkenal di Jakarta yaitu MWN, namun pengalaman registrasi ini nampaknya tidak semulus sebelumnya, butuh waktu sekitar 4 minggu dari mendaftar hingga host dan domain selesai di-setup-kan, itupun dengan email pertanyaan tentang status akun yang harus bersabar sampai 3 minggu setelah 2 kali mengirimkan email yang sama hingga ada jawaban kalau masih diproses di Pandi. Karena domain yang kudaftarkan ini adalah .web.id (sebelumnya aku punya domain name dengan .info) timbul pertanyaan2, mengapa bisa lama sekali? apa memang begitu sibuknya perusahaan ini? atau mungkin proses pendaftaran nama domain sempat macet di Pandi-nya karena namanya kurang cocok sebagai homepage pribadi? aku juga tidak peduli lagi sekarang… karena beberapa hari lalu alhamdulillah sudah ada konfirmasi tentang kepastian host dan domain-ku disana, dan melihat content panel administrator dan fasilitasnya memang lumayan menunjukkan kelasnya tersendiri sebagai pemain kelas atas, haaah….
Yah cuma sekedar sharing pengalaman dan unek2 saja, tapi sekarang sudah plong, jadi tunggulah update selanjutnya untuk homepage ini (alamatnya masih rahasia dulu ya, nanti pasti tahu sendiri). Homepage ini membawa misi yang lebih dalam dan luas daripada homepage-ku sebelumnya halah…
Warnet berbahaya untuk anak-anak!
Post ini saya tulis dari sebuah warnet di dekat rumah saya. Seperti lazimnya warnet-warnet lainnya, warnet ini memiliki struktur media penyimpanan data (storage) yang sangat terbuka dan bebas untuk pengguna-nya. Struktur itu dapat digambarkan sebagai berikut:
- Server Shared Folder, yaitu direktori file di komputer server yang bisa diakses oleh semua workstation
- Shared Local Folder, yaitu direktori file di masing-masing workstation yang juga bisa diakses oleh semua workstation di jaringan tersebut
Dengan struktur demikian, semua user bebas menyimpan datanya di harddisk server maupun di local client harddisk, kapanpun setiap dia login di warnet tersebut dan darimanapun dia login di setiap PC.
Data yang disimpan di folder2 tersebut cenderung terkesan tidak diawasi dan dibebaskan oleh administrator dan pemilik warnet tersebut khususnya, yang berarti user bebas menyimpan data apapun, mulai dari data-data umum, hasil download baik ilegal maupun tidak, mp3 ilegal, serta gambar dan video-video porno. Hal ini juga mengesankan bahwa hal tersebut dilakukan untuk menarik pelanggan, yang seperti saya juga tentunya senang jika dapat menemui content-content yang ‘terlarang’ tersebut.
Namun sudah sering saya menemui, setiap kali ke warnet-warnet semacam ini, banyak pengunjung yang usianya dibawah umur nampak serius menghadapi workstationnya, entah apa yang dibukanya di sana. Anak-anak dibawah umur yang saya maksud adalah mereka yang masih duduk di bangku sekolah dasar (belum SMP, anak SMP menurut saya sudah memiliki kesadaran untuk menilai baik dan buruk sesuatu), tidak menggunakan seragam (saya lebih percaya anak SD yang berseragam biasanya memang membuka content yang baik, yang saya temui kadang juga meminta bantuan admin warnet jika menemukan kesulitan), dan yang mencurigakan adalah mereka yang datang beramai-ramai di malam hari seperti di PC tepat disebelah saya sekarang ini
yang saya yakin tidak sedang main game, karena biasanya anak-anak kecil yang bermain game di warnet masih menunjukkan tanda-tanda kalau dia bermain (meskipun hal ini juga sangat rentan sekali, kasihan anaknya kalau dia harus menemukan hal-hal ‘terlarang’ di PC nya). Dan content ‘terlarang’ yang saya maksud adalah video porno ilegal (hasil download / share), bukan sekedar gambar2 syur tetapi video orang-orang dewasa bersetubuh dengan adegan2 yang dibuat2 (menurut saya sih) untuk konsumsi terbatas orang dewasa, atau yang paling bejat untuk keisengan semata, misalnya video2 mesum anak2 SMA (hoeek).
Untuk anak-anak semacam ini (yang dengan sengaja ke warnet untuk mencari hiburan ‘terlarang’) siapa yang harus menegurnya? saya pun apatis bahkan memikirkan apakah harus menengok dan menasehati anak2 itu dan semacamnya. Administrator / penjaga warnet? seharusnya merekalah yang bertanggung jawab secara langsung, tetapi hal itu juga tergantung bagaimana pemilik warnet menyikapinya, apakah dia memberi ijin dan mau memperhatikan.
Tidak salah sepertinya, dan saya pun cenderung mendukung, jika ada beberapa pihak yang mengkhawatirkan bentuk-bentuk promosi internet yang terlalu menonjolkan manfaat internet untuk anak-anak seperti Internet masuk desa dan sebagainya, karena dengan budaya kita saat ini, dimana orang tua, terutama kalangan tradisionil cenderung tidak memperhatikan dengan baik perkembangan anak2 mereka sehari-hari, dimana internet juga memiliki sisi ‘gelap’ yang sebanding dengan sisi ‘terang’nya.
Maka, berikut adalah apa yang ada dalam pikiran saya untuk masalah ini:
- Orang tua adalah pihak yang paling bertanggung jawab akan hal ini jika mereka tidak menghendaki anak2 mereka teracuni pikirannya dengan hal2 yang belum pantas semacam itu. Mereka juga adalah pihak yang memberikan uang kepada mereka untuk membayar warnet (kecuali anak2 itu bersama2 teman2nya) dan mereka haruslah tahu untuk apa anak2 menghabiskan uang jajannya ataupun kemana mereka bermain.
- Memang orang tua tidak selamanya dapat mengawasi anak2nya, karena itu Pemilik Warnet adalah orang yang bertanggung jawab secara moral akan hal ini
- Pemerintah, dalam hal ini dinas pengawas telekomunikasi umum (yang setahu saya saat ini masih termasuk dalam dinas perhubungan, percaya nggak sih?) yang masih dikenal tidak bijak dalam memberikan pelayanan publik yang memadai saat ini
- Terakhir adalah masyarakat, yang nampaknya dan pastinya memiliki lebih banyak masalah lain yang lebih ‘ruwet’ (dan tidak tahu bagaimana mengatasinya) yang harus diprioritaskan selain juga masalah ini.
Bagaimana cara yang lebih tepat guna menurut saya
- Untuk warnet, sebagai biang keladi awal, seharusnya memiliki struktur penyimpanan tertutu, artinya setelah user logout semua datanya di PC local terhapus, dan tidak ada Server Shared Folder! ada sebuah warnet yang cukup punya nama di kota saya menerapkan hal ini dan saya rasa hasil mereka pun cukup besar dengan pelanggan yang banyak tanpa harus mengorbankan tanggung jawab moral.
- Warnet2 seperti ini juga seharusnya dapat mencantumkan hal ini sebagai sarana promosi dan sosialisasi sehingga orang tua tidak khawatir ketika anak2 nya harus menggunakan internet di warnet tersebut dan membuat warnet lain mengikutinya.
- Penggunaan internet rumahan harus didukung dan diperluas, sehingga orang tua bisa mengawasi anak2nya secara langsung saat ber-internet dan tidak ada pihak2 ketiga yang harus dipermasalahkan.
Jika anda ada komentar, saran atau pendapat lain, silakan berikan di komentar posting ini, terima kasih, demikian sedikit pendapat dari saya.
(mohon diingat topiknya ini adalah tentang Warnet, bukan Internet)
Whois Expire
http://registrar.verisign-grs.com/whois/faq.html
Yesterday i have one internet domain account expired, the domain name is kept secret here however :) it was my failed webmaster wannabe thing, anyway, because i have register it with my personal information, including my KTP (National ID) number, home address, phone etc, i just feel uncomfortable with that (since i though i gave that information just for my domain reseller record in the first time).
So, based on the information from above link, it said that every expired domain will remain active for renewal 45 days after it expired, I wonder if my whois data still there (forever…? if not overwritten, but whose will take the unrelevant domain name anyway).
Ok, so until 45 next days.
Why i’m so anxious about this, beside not to blaming my personality, i saw everybody else whois is not about their actual data (try whois some personal website, or kind). It’s kinda weird when thinking why in the world it’s only me who stupid enough expose my email address, my home address, my ID number to those spammers and ID thefts anywhere…
hmm… or just i’m being too worry again, like always… let’s see…
Webtop! (goowy.com)
Tuh kan, ternyata sudah ada yang menggunakan istilah webtop
lihat www.goowy.com, web seperti itu yang menurutku paling cocok dengan istilah webtop, dan juga mereka punya widget organizing sendiri, sehingga bebas ekspansi semua aplikasi web.
ini accountku: taufan.ay@goowy.com
cita-cita… membuat webtop versiku sendiri
Update:
tetapi ternyata goowy ini flash based, berarti gagal kusebut webtop (seharusnya bermain di DHTML – standard HTML dan Javascript),
kelebihannya: experience dengan flash lebih bagus dibanding DHTML biasa
User Interface Innovation just works (baca: sale)
Link video presentasi desktop apple leopard (untuk video lain silakan dicari sendiri dari halaman itu)
Tahun ini Microsoft dengan Windows Vistanya dan Apple dengan Leopard nya menghadirkan sensasi baru buat para konsumennya (termasuk juga anggaran baru). Apa yang kulihat dari presentasi atau iklan-iklan mereka sebenarnya tidak terlalu menarik dari sudut pandang software developer, apa yang mereka presentasikan hanya berkisar diantara User Interface, terutama desktop dan desktop finder. Beberapa feature di Vista seperti Desktop gadget, Ribbon Toolbar, Desktop search, apalagi di apple ada Space (virtual desktop), quick look (preview), dan lain-lain semuanya toh bukan barang baru, dengan sistem yang sekarang bahkan di semua distro Linux pun ada hal-hal yang semacam itu, namun kenapa hal itu bisa tampak bagus dan meyakinkan saat ini.
Dari sisi software development, perubahan platform di OS memang merupakan hal yang paling utama, tetapi hal itu tidak terlalu berlaku dalam hal pengiklanan kepada masyarakat, apa yang ingin dilihat konsumen adalah feature yang mudah digunakan, bermanfaat, dan ‘nampak baru’, dan hal ini telah digunakan dengan baik sekali dari sisi presentation layer atau istilah umumnya User Interface (antarmuka) dari aplikasi yang bersangkutan (termasuk aplikasi Desktop Manager bawaan OS-OS tersebut).
Ada beberapa hal yang menurutku mempengaruhi hal ini sebenarnya, karena sekali lagi dari sisi pengembangan software tidak banyak feature atau lebih tepatnya inovasi baru yang diperlihatkan, yaitu:
- Hardware yang semakin cepat
Dengan processor multicore dan memori dalam ukuran gigabyte dalam sebuah PC, kehebatan sebuah komputer desktop kini hanya dibatasi oleh masalah penampilannya bukan oleh OS atau softwarenya lagi. - Aplikasi-aplikasi web yang semakin banyak dan inovatif (a.k.a web 2.0)
Dengan banyaknya aplikasi di web, pola aktifitas kita di desktop cenderung berubah, kita banyak menyimpan bookmark, mendownload file, membaca email, browsing, chatting, dan sebagainya. Desktop harus dibuat untuk - Perubahan (kemajuan) pola User Interface
sekarang ini pola input untuk User Interface bergerak maju, dari standar GUI menjadi beragam pola seperti Zoom UI (google map, IE7, dan kawan-kawan) dan Tag Typing (yg terakhir ini karangan aku sendiri). Saat ini inovasi UI desktop sudah mulai digoyang oleh UI web yang semakin beragam. kutipan dari blog bacaan langganan: http://www.codinghorror.com/blog/archives/000883.htm
Aku bilang seharusnya ada (atau sudah ada) istilah baru untuk UI aplikasi web: Webtop (daripada istilah seperti web 2.0, terkesan komersil)
Kesimpulannya, perubahan pola aktifitas (idea inspires more ideas) + kecepatan hardware sangat mempengaruhi pergerakan pengembangan software itu sendiri, karena bagaimanapun sisi komersial berperan besar dalam pengembangan inovasi. Jadi akhir kata jangan lupakan desain UI yang apik dan cantik sebagus (atau sejelek) apapun sistem aplikasi kita.
UI desain menarik dan harus dipelajari filosofinya minimal sedikit, tapi memang sama sekali bukan bidangku, jadi hail to UI designer… ;).
-IMHO-
Tidak Ada Teknologi Tanpa Industri
Sesuatu yang memuakkan jika bahkan konsep pun berkembang karena ada yang ‘berjualan’ dibelakangnya dan pada akhirnya kita hanya menjadi pemain dan pembeli. Hukum pasar ternyata berlaku juga bahkan tingkatan aturan, konsep, dan pengetahuan. Ironisnya adalah ini suatu hal yang manusiawi.
Javascript – Komunikasi antar child window dan openernya
Dari child window dengan menggunakan object opener
Contoh
Mengakses opener DOM: self.opener.document
Mengakses opener Function: self.opener.call(foo)
Ajax – Post form input, spasi menghilang
Kasus:
Input value dari form yang dikirim dengan ajax post menghilangkan spasi diantara kata
Batasan:
Menggunakan ajaxroutines library dari Dinamic Drive
Solusi:
Menggunakan fungsi encodeURI() di javascript ketika dimasukkan ke parameter ajax post, kemudian nilai yang dipost di decodeURI() lagi dari server side atau client side
Pertanyaan:
Pake fungsi encode() – decode() juga bisa sebelumnya, apa boleh ya?
nb. di VBScript 5 sudah ada fungsi escape dan unescape
Quotes 1
“I just had to take the hypertext idea and connect it to the TCP and DNS ideas and — ta-da! — the World Wide Web.” Tim Berners Lee, 1989 (The inventor of world wide web) – http://en.wikipedia.org/wiki/Tim_Berners-Lee
“We weren’t going to find a place where we could go for a month to be enlightened. It was one of the first times that I started to realize that maybe thomas Edison did a lot more to improve the world than Karl Marx and Neem Kairolie Baba put together.” Steve Jobs, Apple